MENYIKAPI BID'AH

*MENYIKAPI BID'AH*        
                                                                                                                Karena *dianggap bid’ah*, peringatan *hari besar Islam ditiadakan*. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara hari besar umat non-muslim.
Karena *dianggap bid’ah*, *hari libur Islami juga dihilangkan*. Akhirnya yang tersisa hanyalah hari libur non-muslim.

Karena *dianggap bid’ah*, acara *peringatan hari besar umat Islam ditiadakan*,bahkan diTV juga dihilangkan. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara peringatan hari besar dari agama lain,

Karena *dianggap bid’ah*, *spanduk acara Maulid  diturunkan*, dan yang tersisa hanyalah spanduk acara umat agama lainnya atau spanduk syahwat, seperti goyang Pantura,Dangdut klepek klepek dan sejenisnya..

Karena *dianggap bid’ah", segala bentuk *keramaian yang berbau Islam dihilangkan*, seperti broadcast acara di masjid, broadcast lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dari speaker masjid, atau lainnya.

Karena *dianggap bid’ah", *pawai umat Islam  ditiadakan*. Akhirnya yang tersisa adalah pawai umat non muslim seperti yang sudah terjadi di Solo dan beberapa daerah lainnya.

Karena *dianggap bid’ah*, umat Islam *dihimbau agar tidak ikut pemilu*. Akhirnya yang kita dapat adalah kepala daerah non-muslim di tengah mayoritas muslim.

Ini semua adalah *keadaan yang sedang terjadi dan menjadi fakta di negeri kita*.
Semua contoh ini bisa membuka mata kita  dalam menilai sesuatu, bahwa *tidak selamanya sesuatu itu harus dilihat hanya dari sudut pandang bid’ah yang sempit*. Tapi juga *harus menyertakan sudut pandang lainnya*, seperti *sudut pandang amar ma’ruf nahi munkar*, *sudut pandang syiar Islam*, dan lainnya.

Kalau kita sudah dapat mengubah syiar Islam menjadi budaya yang berkembang di tengah masyarakat, maka sesungguhnya itu adalah satu  kemenangan dan keberhasilan bagi umat Islam di negeri kita ini.

*Marilah kita kembali kepada  syariat yang bijak dan adil* . *Berpegang teguh pada sunnah Rasul dan sunnah Khulafaur Rasyidin*.

*Kita bertoleransi dengan sesuatu yang memang kita boleh bertoleransi dan kita tetap berpegang teguh dengan prinsip prinsip agar tegaknya Dien Islam*.

Semoga kita termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang bisa memahami, dan bisa *menempatkan segala sesuatu pada tempatnya*, dan juga bisa *bijak dalam menilai apa terjadi*. *Subhanallah, Alhamdulilah la Ilaaha illallaah Allahu Akbar*
*Bahan renungan untuk saya dan  kita semua*.

dan

0 Response to "MENYIKAPI BID'AH"

Post a Comment